|

MH Open 2015

Pada hari Sabtu-Minggu, 26-27 September 2015 giliran Departement Minat dan Bakat mengadakan acara MH Open 2015 di GOR SMP N 1 Yogyakarta. MH Open merupakan kegiatan olahraga cabang badminton yang diikuti oleh semua HMM dan General Forestry (GF) di Fakultas Kehutanan UGM. 


Pada pertandingan kali ini di ikuti oleh 12 team yaitu :
  1. GF 15
  2. GF 14 A
  3. GF 14 B
  4. GF 14 C
  5. GF 14 D
  6. KSDH
  7. THH
  8. BDH
  9. MH 13
  10. MH 12
  11.  MH 11 A
  12. MH 11 B

Bagan Pertandingan MH Open 2015


Pertandingan dimulai pada pukul 17.00. Acara dibuka dengan pertandingan tunggal putra GF 15 melawan MH 13 di Line 1. Sedangkan di Line 2 pertandingan MH 12 melawan BDH. Begitu juga dengan Line 3 pertandingan antara GF 14 A melawan MH 11 B.

Suasana Pertandingan



Babak demi babak dilewati oleh para pemain. Semuanya bermain penuh dengan semangat dan berusaha memberikan yang terbaik pada team masing-masing. Seperti yang tertera dalam bagan pertandingan, team yang berhasil lolos ke babak semifinal adalah team MH 12, GF 14 A, MH 13, dan THH.

Rudi Setiawan – Tunggal Putra THH

Meyda Cahya – Tunggal Putri GF 14 A


Di pertandingan semi final, team MH 12 bertemu dengan team GF 14 A. di babak ini team GF 14 A berhasil mengalahkan team MH 12 dengan skor 3-0. Sedangkan dilapangan yang lain team THH melawan team MH 13 dengan skor 0-3.

Final

Di babak final team GF 14 A bertemu dengan team MH 13. Pemain single putra MH 13 yaitu Tito Septavianto melawan Pras GF 14 A yang berhasil mencetak 1 poin untuk team GF 14 A. Sedangkan di lapangan sebelahnya, single putri GF 14 A  yaitu Meyda melawan Shafira MH 13 juga berhasil menambah 1 poin untuk team GF 14 A. meskipun team GF 14 A sudah mengumpulkan 2 poin, namun pemain ganda putra tetap bertanding. Team ganda putra MH 13 yaitu Jon Piter dan Fahri melawan Hilmi dan Ari GF 14 A. pertandingan terakhir menghasilkan skor 3-0 untuk GF 14 A. Dengan demikian pertandingan MH OPEN 2015 dimengangkan oleh GF 14 A. sedangkan team MH 13 menempati posisi kedua. Selamat kepada para pemenang!


Penyerahan Piala dan Uang Pembinaan kepada Juara 1
Team GF 14 A
Prasetya, Ari, Mahar, Meyda, dan Hilmi

Penyerahan Piala dan Uang Pembinaan kepada Juara 2
Team MH 13
Jon, Shafira, Tito Septa, dan Fahri

Salam Olahraga!

Panitia bersama Pemain

Similar Posts

  • |

    MH CUP

    Ditengah sibuknya jadwal responsi dan presentasi proyek, KMMH berhasil mengadakan MH CUP pada tanggal 12-13 Desember 2015. Dengan tema Be the Next Green generation, MH CUP mengadakan lomba cabor futsal untuk jurusan se-UGM. Pertandingan ini diikutioleh 18 Team.

    Bertempat di galaxy Futsal Jalan Wonosari, pertandingan dimulai puku 10.00. Peserta diperbolehkan membawa suporter masing-masing. Pertandingan berlangsung sangat ketat dan sportif. Masing-masing peserta berusaha untuk merebut piala bergilir MH CUP 2015.

    Team yang masuk ke babak semifinal adalah team Peternakan, FKT 13, FEB Manajemen dan Fisipol. Ke empat team tersebut bertanding pada hari selanjutnya yaitu Minggu, 13 Desember 2015. FKT 13 melawan FEB Manajemen unggul 3-1. Sedangankan di sebelahnya ada Peternakan melawan Fispol. Pada babak Final, FKT 13 bertemu dengan Peternakan. Pertandingan Final sangat sengit dimana FKT 13 berusaha mempertahankan gawang. Namun tetap saja bisa di bobol oleh team Peternakan dengan skor 5-2.

    Dipenghujung acara, pengumuman hasil pertandingan. Peternakan memborong banyak kategori diantaranya Juara I Futsal, Lomba Photo Contest, Top score, dan pemain terbaik. Sedangkan juara kedua dirai oleh FKT 13.

    Selamat kepada pemenang. Sampai bertemu di MH CUP 2016. Tetaplah bermain dengan sportif and Be the Next Green Generation!

    Ditengah sibuknya jadwal responsi dan presentasi proyek, KMMH berhasil mengadakan MH CUP pada tanggal 12-13 Desember 2015. Dengan tema Be the Next Green generation, MH CUP mengadakan lomba cabor futsal untuk jurusan se-UGM. Pertandingan ini diikutioleh 18 Team.

    Bertempat di galaxy Futsal Jalan Wonosari, pertandingan dimulai puku 10.00. Peserta diperbolehkan membawa suporter masing-masing. Pertandingan berlangsung sangat ketat dan sportif. Masing-masing peserta berusaha untuk merebut piala bergilir MH CUP 2015.

    Team yang masuk ke babak semifinal adalah team Peternakan, FKT 13, FEB Manajemen dan Fisipol. Ke empat team tersebut bertanding pada hari selanjutnya yaitu Minggu, 13 Desember 2015. FKT 13 melawan FEB Manajemen unggul 3-1. Sedangankan di sebelahnya ada Peternakan melawan Fispol. Pada babak Final, FKT 13 bertemu dengan Peternakan. Pertandingan Final sangat sengit dimana FKT 13 berusaha mempertahankan gawang. Namun tetap saja bisa di bobol oleh team Peternakan dengan skor 5-2.

    Dipenghujung acara, pengumuman hasil pertandingan. Peternakan memborong banyak kategori diantaranya Juara I Futsal, Lomba Photo Contest, Top score, dan pemain terbaik. Sedangkan juara kedua dirai oleh FKT 13.

    Selamat kepada pemenang. Sampai bertemu di MH CUP 2016. Tetaplah bermain dengan sportif and Be the Next Green Generation!

    Crew of MH CUP
  • |

    KMMH Peduli Kabut Asap

    Awal bulan September adalah sebuah kesedihan melanda Indonesia khusunya hutan. Hutan yang selama ini menanggung beban CO2 yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor, pabrik-pabrik yang tak tahu menjaga lingkungan, sekarang malah ditambah lagi bebannya sehingga hutanpun berduka. Hutan yang kini semakin menipis dan ditambah lagi musibah yang menimpanya menyebabkan dampak-dampak yang sangat luar biasa dan merugikan masyarakat yang ada di sekitarnya. Duka yang dirasakan oleh hutan dan Indonesia yaitu kebakaran hutan dan asap akibat dampak yang dihasilkannya.
     Kebakaran hutan merupakan faktor ekologi potensial yang mempengaruhi hampir seluruh ekosistem daratan. Proses terjadinya kebakaran hutan sebenarnya akibat penyalaan bahan-bahan organik kering yang ada di dalam hutan  (Widyastuti S.M dan Sumardi, 2004). Kebakaran hutan menyebabkan dampak yang terjadi begitu besar. Walaupun frekuensi kebakaran hutan itu jarang namun dampak yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dapat menyebabkan keseimbangan ekosistem terganggu. Kita dapat melihat langsung akibat yang ditimbulkan seperti kematian tumbuhan, satwa, maupun asap yang ditimbulkan dapat mengganggu kehidupan manusia. Pengaruh api yang tidak terkontrol dan pengaruh dari faktor-faktor pendukung dapat menyebabkan kebakaran hutan pun semakin merambah luas sehingga tempat yang seharusnya jauh dari kebakaran pun dapat dengan mudah ikut terbakar.
    Sumber utama dari kebakaran hutan adalah pengendalian api oleh manusia karena mereka kurang menyadari dan kelalaian dari manusia yang selama ini hanya mementingkan kepentingannya untuk merambah hutan, membuat kebun-kebun sawit, dan keegoisan pribadi semata. Mereka membakar hutan dengan seenaknya tanpa memikirkan apa yang akan terjadi akibat ulah mereka itu. Namun tak hanya manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab yang menjadi faktor-faktor kebakaran hutan.  Kebakaran hutan dapat didukung oleh faktor iklim, topografi, bahan bakar, dan pengelolaan kawasan yang tidak baik (Widyastuti S.M dan Sumardi, 2004). Faktor-faktor inilah yang dapat mendukung proses pembakaran semakin cepat apalagi ketika musim kemarau. Adapun dampak dari kebakaran hutan itu ada yang positif dan negatif. Dampak negatif dari kebakaran hutan adalah    :
    1. Kerusakan vegetasi dan satwa. Kebakaran hutan dapat menyebabkan tingkat kerusakan yang bervariasi pada pohon-pohon utama penyusun hutan. Kematian satwa pun tak terhindarkan lagi dan berpindahnya satwa ke tempat lain.
    2. Kerusakan ekosistem. Kebakaran hutan dapat menyebabkan dampak yang serius bagi lingkungan sekitar baik itu kerusakan pada tempat rekreasi yang indah, dapat merusak padang penggembalaan juga, dan lain-lain.
    3. Kerusakan lain yang merugikan seperti pada kesehatan, pernurunan kualitas udara, dan lain-lain.
    Dampak positif dari kebakaran hutan :
    1. Pembersihan lahan. Kebakaran hutan dapat menyiapkan lahan lebih mudah tanpa mengeluarkan dana yang besar.
    2. Pengaturan akumulasi seresah atau bahan bakar. Kebakaran hutan dapat menyebabkan bahan bakar yang ada di dalam hutan sedikit demi sedikit telah berkurang dan diatur kembali.
    3. Membantu kegiatan silvikultur. (Widyastuti S.M dan Sumardi, 2004)
    Kebakaran hutan di Indonesia memang sering terjadi setiap tahunnya. Namun setiap tahunnya mengalami peningkatan sejak tahun 2010-2015. Di Jambi contohnya, di tahun 2010 lahan yang terbakar seluas 2,5 ha dan pada tahun 2014 meningkat menjadi 3.470 Ha  (Kompas.com, Senin 14 September 2015, Kabut Asap Kebakaran Hutan, Setengah Abad Kita Abai). Kita dapat melihat bahwa kebakaran hutan memang telah terjadi setiap tahunnya namun semakin lama maka luas lahan yang terbakar pun semakin meningkat. Penyebab kebaran hutan yang kini kian merambah daerah Sumatera dan Kalimantan adalah alih fungsi lahan yang semakin lama semakin meningkat dari hutan menjadi perkebunan dan hutan tanaman industri yang menyebabkan lahan gambut semakin lama semakin mengering. Ahli hidirologi dari Universitas Sriwijaya, Momon Sodik Imanuddin, mengatakan, akar dari kebakaran lahan gambut di Sumatera Selatan adalah adanya pengeringan berlebih dan tidak terkendali tersebut (Kompas.com, Senin 14 September 2015, Kabut Asap Kebakaran Hutan, Stengah Abda Kita Abai). Peningkatan ini menyebabkan kabut asap juga semakin meningkat. Dampak dari kabut asap yang ditimbulkan akibat dari kebakaran hutan yang terjadi di provinsi Sumatera dan Kalimantan semakin hari semakin serius. Seperti yang dikutip oleh Kompas, Kamis, 8 Oktober 2015, kabut asap dari mata satelit NASA memperlihatkan betapa buruknya kabut asap yang ada di pulau Sumatera dan Kalimantan. Kabut asap yang terlihat tertiup angin ke utara sehingga menyelimuti wilayah Singapuran Malaysia. Wilayah tersebut sebagian besar tertutup oleh tebalnya asap sehingga kita tidak bisa melihat secara utuh pulau tersebut. Asap tersebut membuat jarak pandang yang ada di wilayah tersebut semakin berkurang, sehingga membuat arus transportasi pun terganggu. Tebalnya asap juga dapat mengganggu kondisi fisik dari manusia. Udara yang kotor akibat ditimbulkan oleh asap dapt membuat penyakit gangguan pernafasan seperti ISPA sudah mulai menyebar kesetiap elemen baik itu orang dewasa maupun anak-anak sekalipun. Hal ini sangatlah berbahaya bagi pernafasan karena tubuh hanya memperoleh sedikit oksigen yang seharusnya membantu melancarkan peredaran darah. Seperti yang ditulis pada Sindonews.com, Sabtu 3 Oktober 2015, 4.113 warga Ogan Komering Ilir telah menderita ISPA yang mengganggu kesehatan mereka.
    Kebakaran hutan juga menyebabkan pengaruh pada kondisi sosial dan ekonomi dari daerah yang disekitarnya. Kebakaran hutan dapat menyebabkan masyarakat yang menggantungkan hidupnya di hutan kini akan menempuh kesusahan. Mereka tidak bisa lagi memanen hasil hutan karena kayu yang mereka tanam telah terbakar dan hasil hutan non kayu seperti madu bakal habis terbakar. Jarak pandang yang sangat terbatas menghambat jalur transportasi terutama pada penerbangan dan jalur darat sehingga proses-proses pendistribusian sembako maupun bahan bakar akan terhambat. Sekolah-sekolah pun ditutup sehingga menghambat dari siswa yang ingin menempuh pendidikan.
    Peran pemuda dalam menanggulangi kebakaran hutan memang sangatlah terbatas. Masalahnya kita hanya sebagai akademisi yang posisinya tidak bisa mengambil suatu keputusan dalam kebijakan. Namun disana peran kita dalam mengatasi kebakaran dapat berupa melakukan sebuah riset yang nantinya dapat digunakan untuk membantu masyarakat di wilayah yang terkena dampak kebakaran hutan seperti membuat alat pembantu pernafasan, sosialisasi tentang menjaga pengelolaan hutan dan mengatasi bencana kebakaran hutan, maupun kita dapat mendesak pemerintah untuk menanggulangi kebakaran hutan. Kita juga sebagai pemuda bisa terjun ke lapangan untuk memberikan bantuan berupa perawatan dan sebagainya.

    source :
    The International Conference on Science and Technology 2015, 11-13 November
    2015
    http://icst.ugm.ac.id/



    Aksi Solidaritas

    -Keluarga Mahasiswa Manajemen Hutan Peduli Kabut Asap-

    Penggalangan dana bantuan untuk saudara kita yang terkena kabut asap di Sumatera.
    Dana dapat disalurkan langsung di LOBBY GEDUNG B FAKULTAS KEHUTANAN UGM.
    Atau transfer melalui :
    Mandiri  : 1130007929536 a.n Cholil
    BNI : 0288924467 a.n Mahardhika Cahaya Utama
    #KMMHPeduli
    CP : Mahardhika 085728201995
    “Alasan kalian menggalang dana?”

  • |

    Open House HMM : Welcome to the Jungle!

    PSDM KMMH bersama PSDM 3 HMM lainnya serentak mengadakan acara Open House HMM KM-FKT pada Jumat, 11 Desember. Acara ini di khususkan kepada junior angkatan 2014 yang sebentar lagi akan menuju ke level yang lebih tinggi yaitu peminatan.

    Selain pengenalan masing-masing HMM, angkatan 2014 juga dipertunjukan ciri khas masing-masing minat dengan stand yang dibuat oleh masing-masing HMM. Harapannya dari acara ini agar adik-adik tidak salah dalam memilih minat. karena minat yang kamu pilih akan mengarahkanmu pada masa depan yang sesungguhnya. Welcome to the Jungle, the Next Level!

  • |

    Bakti Sosial KMMH 2015

    Sebagai salah satu cara untuk memperingati Bulan Ramadhan 1436 H, Keluarga Mahasiswa Manajemen Hutan 2015 mengadakaan acara Bakti Sosial di Panti Asuhan Nailun Najah Jalan Piyungan-Prambanan KM 1. Acara ini bertujuan untuk membantu teman-teman kita dan sekaligus menjalin silahturahmi antar sesama umat muslim. Bantuan yang kami berikan yaitu berupa pakaian, buku, dan uang tunai.

    Acara ini dimulai pada pukul 16.00 WIB dibuka oleh MC, pembacaan ayat suci Al-quran oleh seorang santi putri dan dilanjutkan dengan kata sambutan dari ketua panti asuhan dan ketua panitia.

    MC : Amelia Retno dan Riska Wahyuni
    Pembacaan Al-quran oleh salah satu santri putri

    Kata sambutan oleh Ketua Panti Asuhan Bp. H. Soleh

    Kata sambutan oleh Ketua Panitia Baksos KMMH 2015 Arsyad Fuad

    Acara selanjutnya yaitu penyerahan bantuan secara simbolis dari KMMH 2015 ke Panti Asuhan Nailun Najah.

    Sebelum melanjutkan acara, ada ice breaking yaitu menonton film pendek berjudul Muhammad The Last Prophet. Teman-teman dari Panti Asuhan sangat antusias dalam menonton. Di akhir acara ada beberapa perwakilan dari santri putra dan putri untuk menjelaskan tentang apa yang diceritakan film tersebut dan memberikan moral value.

    Suasana antusias pada saat menonton film pendek
    Salah satu santri putra menceritakan tentang film dan pemberian hadiah kepada santri putri yang telah menceritakan isi film pendek oleh Ayu Sekar Rini

    Sambil menunggu waktu berbuka, kami semua mendengarkan kultum yang disampaikan oleh Wahyudin.

    Setelah Wahyudin selesai menyampaikan kultumnya, tak terasa adzan maghribpun berkumandang. Kami berdoa bersama dan segera membatalkan puasa. Setelah itu sholat maghrib berjamaah dan dilanjutkan makan bersama. Suasana kekeluargaan yang hangat sangat terasa.

    Ada pisang kolak, hmm yummy :3

    Makan bersama sudah selesai. Tak terasa sudah lama KMMH bersama teman-teman Panti Asuhan Nailun Najah, MC menutup acara Bakti Soasial KMMH 2015. Tidak lupa kami mengambil beberapa foto bersama untuk kenang-kenangan.

    Panitia bersama santri putri

    Panitia Bakti Soaial KMMH 2015

    Demikian tadi cerita Bakti Sosial KMMH 2015. Tunggu update-an dari kami terus ya 🙂

    “Sometimes a small thing you do can mean everything in another person’s life”

  • | | | |

    HUT KMMH

    Suasana HUT KMMH dan MH Award
    Pada 27 April 2018 yang lalu Keluarga Mahasiswa Manajemen Hutan (KMMH) mengadakan sebuah acara untuk merayakan hari jadi dari HMM mahasiswa manajemen hutan ini. Acara yang berkonsep glamorous ini memiliki rangkaian acara  HUT KMMH dan MH Award dimana selama acara berlangsung akan dibacakan pemenang dari para nominator MH Award. Para dosen dan mahasiswa MH dari berbagai angkatan tidak ketinggalan untuk meramaikan acara yang bertempat di Auditorium Fakultas Kehutanan ini.

    Busana dengan konsep glamorous
    Acara diawali dengan sambutan oleh ketua panitia kemudian dilanjutkan oleh ketua KMMH dan sambutan dari pihak dosen. Lomba band akustik antar angkatan turut meramaikan gelaran HUT KMMH kali ini, dimana MH 2017 menjadi pemenangnya. Games menarik juga disuguhkan untuk mencairkan suasana, hingga akhirnya acara ditutup dengan pemutaran video kilas balik KMMH Kabinet Hutan Tropis dan berfoto bersama.
    MH 2018 berfoto bersama
    HUT KMMH menjadi acara rutin setiap tahunnya dan menjadi wadah dimana mahasiswa manajemen hutan dari berbagai angkatan bertemu dan bersilaturahmi. Tidak hanya mempererat persaudaraan acara ini juga diharapkan dapat menjadi hiburan dari rutinitas berkuliah. Konsep yang berbeda setiap tahunnya diharapkan dapat menarik antusiasme mahasiswa untuk menghadiri HUT KMMH selanjutnya.

  • |

    Studi Ilmiah Lapangan 2016

    Keluarga Mahasiswa Manajemen Hutan
    Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada
    proudly present :
    SIL – Studi Ilmiah Lapangan 2016

    SIL merupakan sebuah event yang diselenggarakan untuk mengeksplorasi lebih luas dunia kehutanan yang sebenarnya. Selain itu kegiatan ini dapat menambah wawasan teman-teman mengenai pengelolaan hutan yang ada. Tahun 2016, SIL kali ini mengangkat tema “Strategi mencapai kemandirian KPH” sebagai salah satu program nasional pembangunan hutan.
    Tentunya destinasi tahun ini pasti lebih menarik dari sebelumnya. Penasaran? Check beberapa tempat destinasinya yuk!

    1. Taman Nasional Bali Barat


    Taman Nasional Bali Barat terletak di bagian barat dari pulau Bali di Indonesia. Taman nasional ini mempunyai luas 77,000 hektar, yang kira-kira meliputi 10% dari luas daratan pulau Bali. Taman Nasional Bali Barat terdiri dari berbagai habitat hutan dan sabana. Di tengah-tengah taman ini didominasi oleh sisa-sisa empat gunung berapi dari zaman Pleistosen, dengan gunung Patas sebagai titik tertinggi di tempat ini. Sekitar 160 spesies hewan dan tumbuhan dilindungi di taman nasional ini. Hewan-hewan seperti Banteng, Rusa, lutung, kalong dan aneka burung. Taman Nasional Bali Barat merupakan tempat terakhir untuk menemukan satu-satunya endemik Bali yang hampir punah, Jalak Bali di habitat aslinya. (Wikipedia)

    2. KPH Jogja



    Operasional pengelolaan hutan yang berada dalam lingkup kewenangan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi DIY dilaksanakan oleh Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan Yogyakarta (Balai KPH Yogyakarta) berdasar keputusan Menteri Kehutanan No.: SK.721/Menhut-II/2011 Tanggal 20 Desember 2011 Tentang Penetapan wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Model Yogyakarta Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta seluas ± 15.724,50 hektar (Lima Belas Ribu Tujuh Ratus Dua Puluh Empat Ribu Dan Lima Puluh Per Seratus). Sementara kelembagaannya diatur melalui Peraturan Daerah No. 36 Tahun 2008 tentang Tentang Organisasi Dan Tata Kerja UPTD Dan UPT Lembaga Teknis Daerah Provinsi DIY. KPH Yogyakarta mempunyai visi mewujudkan hutan aman produktif dan lestari bermanfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Sedangkan misi yang diusung ada 4, yakni pemantapan sistem administrasi dan manajemen pembangunan Balai KPH Yogyakarta, pemantapan dan pengembangan pengelolaan hutan yang terintegrasi, pemberdayaan masyarakat di dalam dan sekitar kawasan hutan, dan pengembangan kerjasama dan jejaring kerja antar institusi. (https://kphjogja.wordpress.com/)


    3. KPHL Bali Timur


    KPHL Bali Timur ditetapkan  dengan keputusan Menteri Kehutanan No SK.621/MENHUT-II/2011 tanggal 1 November 2011. Wilayah KPHL Model Bali Timur merup gabungan dari kelompok kawasan hutan di wilayah timur Provinsi Bali, KPHL Model Bali Timur terletak di Kabupaten Buleleng, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Bangli dan Kabupaten Klungkung. Luas Wilayah KPHL Model Bali Timur adalah ± 22.978 (dua puluh dua ribu sembilan ratus tujuh puluh delapan) hektar, dengan rincian : – Hutan Lindung seluas : ± 21.891 Ha. – Hutan Produksi seluas : ± 1.087 Ha. (http://bpkh8.dephut.go.id/)

    4. Hot spring



    Hot spring merupakan pemandian air panas alami yang berasal dari permukaan tanah dan dapat dipercaya untuk menyembuhkan berbagai macam penyaki. Ada beberapa lokasi hot spring di Bali. Penasaran? Makanya ikutan SIL!


    5. Pantai Amed

    Pantai Amed Karangasem menawarkan keindahan pantai dengan matahari terbit, selain itu pantai Amed memiliki keindahan kehidupan bawah laut yang dapat anda nikmati saat anda diving atau menyelam. Di pinggir pantai ada sebuah danau yang biasanya digunakan sebagai tempat untuk latihan menyelam. Penyelam domestik maupun mancanegara sangat menyukai menyelam di Amed Bali. Pantai Amed berpasirnya berwarna hitam, airnya sangat jernih, memiliki beraneka ragam biota laut, terumbu karang dan kehidupan lainnya. Hal ini menjadi daya tarik utama para wisatawan untuk menyelam di pantai ini. (http://www.water-sport-bali.com/)

    Buat teman-teman yang masih penasaran dan ingin merasakan keseruan SIL 2016 di Bali, jangan ragu-ragu untuk ikutan. Bingung caranya?

    Info lebih lanjut :
    Dapat menghubungi CP yang telah tersedia atau kunjungi kami di

    Twiter , Instagram , dan Official line

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses